Pada tanggal 11 Maret 1977 Bell 206L Longranger mengadakan demonstrasi penerbangan di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mempromosikan versi terbaru dari Jetranger sekaligus distributornya di Indonesia, PT. Heliavia Nusantara.

Penerbangan pertama dimulai pukul 09.00 setelah hujan reda, dengan mengangkut tamu pejabat VIP (Very Important Person) dari TNI-AU (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara) yaitu Kas (Kepala Staf) Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) Marsma  (Marsekal Pertama) Loely Wardiman dan Kas Kopatdara (Komando Paduan Tempur Udara) Marsma Hartono.

Longranger-demo-Halim-1
Longranger beregistrasi Amerika Serikat N99080 ini bersiap lepas landas dari Base Operations Halim Perdanakusuma.

Helikopter lepas landas dari Base Operations Halim Perdanakusuma dan terbang ke arah timur. Kurang lebih sepuluh menit kemudian, helikopter kembali dan mendarat. Penerbangan kedua dilakukan dengan membawa perwira TNI-AU dengan mengarah ke timur juga. Setelah melaksanakan beberapa kali sortie, penerbangan terakhir menjelang siang hari, helikopter beregistrasi Amerika Serikat N99080 ini  membawa wartawan untuk meliput dan merasakan langsung terbang dengan Longranger.

Di Indonesia, helikopter tipe Bell bukan barang baru lagi. Instansi militer seperti TNI-AU, TNI-AD (Angkatan Darat), dan Kepolisian sudah memiliki Bell tapi dari versi sebelumnya yaitu Bell 204 dan 205 atau varian dari UH-1 Iroquois yang tenar penggunaannya saat Perang Vietnam.

Longranger-demo-Halim-2
Beberapa kali sortie penerbangan dari pagi sampai menjelang siang hari dilakukan sebagai promosi Longranger di Indonesia.

“Kakaknya” Longranger yaitu Jetranger sudah dioperasikan oleh beberapa operator sipil di Indonesia untuk tugas carter seperti Bristow Masayu Helicopters dan Derazona Air Service. Bedanya, Jetranger lebih sedikit kapasitasnya (lima penumpang termasuk pilot) sedangkan Longranger dapat membawa tujuh orang. Selain itu seperti namanya, Longranger dapat terbang lebih jauh daripada Jetranger.

Kolonel Heru Hapsoro sebagai perwakilan penjualan Heliavia menyebut dengan kabin yang lebih besar dari Jetranger, selain untuk membawa penumpang, Longranger dapat dioperasikan sebagai ambulan udara, membawa dua pasien dan dua tenaga medis untuk merawat sampai ke rumah sakit.

Heliavia
PT. Heliavia Nusantara sebagai distributor produk-produk pesawat/helikopter tipe Bell, Cessna, dan Britten Norman, termasuk menjual mesin piston Avco Lycoming.

Selain helikopter tipe Bell, Heliavia juga berjualan produk-produk lainnya meliputi Cessna dan Britten Norman. Dari iklan yang dimuat di Majalah Angkasa Edisi Maret-April 1977, pesawat/helikopter yang dijual meliputi helikopter angkut pasukan Bell 214, Britten Norman Defender, versi militer dari pesawat komuter BN-2 Islander yang bertugas sebagai patroli maritim dan serang darat, dan pesawat latih menengah bermesin jet Cessna T-37 Tweety Bird. (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)