Timetable atau jadwal penerbangan, diterbitkan oleh maskapai penerbangan dalam periode tertentu untuk diberikan kepada pelanggannya.

Bentuk timetable umumnya berukuran kertas A4 dan dilipat layaknya brosur atau ada pula yang berbentuk buku saku (booklet). Timetable sebenarnya menyimpan sejarah maskapai penerbangan itu sendiri. Contohnya timetable milik KNILM (Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij) terbitan 1 Mei 1930 yang armadanya terdiri atas Fokker VIIb Trimotor (Fokker Trimotor, Pesawat Pionir Penerbangan Sipil di Hindia Belanda) ternyata telah membuka penerbangan internasional yaitu ke Singapura (lapangan terbang Seletar), lewat Palembang (lapangan terbang Talang Betoetoe).

timetable-KNILM

Timetable KNILM edisi 1 Mei 1930 menampilkan layanan penerbangan domestik dari Batavia menuju Bandung, Surabaya, dan Palembang, serta layanan penerbangan internasional menuju Singapura yang merupakan jajahan Inggris.

KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij) yang memiliki layanan rute terjauh di dunia era 1930-an, Amsterdam-Batavia menyajikannya dalam timetable terbitan bulan November 1932. Yang menariknya pada halaman itu tertera tabel biaya tiket perjalanan dari kota-kota yang disinggahinya sekaligus mempromosikan tempat duduk perjalanan yang lebih nyaman menggunakan Fokker F.XII yang berukuran lebih besar daripada Fokker Trimotor.

timetable KLM
Timetable KLM yang mempromosikan rute Amsterdam-Batavia, menampilkan tabel ongkos penumpang berdasarkan kota-kota yang disinggahinya.

GIA (Garuda Indonesian Airways) yang mengambil alih rute domestik dan internasional milik KNILM melakukan hal yang sama, selain menyajikan jadwal perjalanan udara juga menyisipkan promosi misalnya saja mengenalkan pesawat jet pertama Convair 990A pada timetable rute internasional edisi 15 Agustus 1963.

timetable-Garuda
Timetable GIA rute internasional edisi 15 Agustus 1963 menyisipkan promosi pesawat jet terbaru, Convair 990A.

Maskapai-maskapai penerbangan lainnya yang beroperasi di Indonesia juga melakukan hal yang sama pada timetable terbitannya. Sayangnya pada pergantian milenium dan teknologi internet membuat fungsi timetable ini menjadi tidak populer lagi. Walaupun demikian  timetable masih tetap diingat dan menjadi barang koleksi bagi pecinta penerbangan sipil. (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)