Bagaimana caranya memperbaiki imej perusahaan anda yang buruk ? Re-branding adalah salah satunya. Seperti yang tersirat dalam iklan Adam Air yang dimuat di majalah Angkasa No. 3 Desember 2007 ini.

Adam Air melakukan re-branding setelah pada tahun baru 2017, salah satu pesawatnya mengalami kecelakaan yang mengenaskan, hilang di Selat Majene, Sulawesi dengan memakan korban 102 orang termasuk kru. Kecelakaan ini bahkan membuat otoritas penerbangan Indonesia kehilangan kepercayaan di tingkat dunia.

Belum hilang kesialan, satu pesawat Adam Air lagi badannya patah dua sebulan kemudian di Bandara Juanda, Surabaya. Di mata pelanggan dan regulator, reputasi Adam Air langsung runtuh karena dianggap mengabaikan keselamatan terbang. Padahal dengan ekspansi bisnisnya, banyak yang menganggap maskapai penerbangan yang lahir pada tahun 2003 ini akan bisa menyalip kedua pesaing utama bisnis penerbangan murah di Indonesia, Lion Air dan AirAsia.

Iklan-Adam-Air-1

Adam Air tidak melakukan re-branding total dengan mengganti logo atau warna perusahaan kombinasi oranye-kuning, mungkin karena khawatir kehilangan ciri khasnya yang telah melekat kuat di pelanggan setianya.

Sebagai gantinya, usaha re-branding Adam Air adalah dengan mengangkat artis/penyanyi terkenal Krisdayanti sebagai duta Adam Air. Selain itu beberapa kali Adam Air menjadi sponsor untuk seminar keselamatan penerbangan dan PON (Pekan Olahraga Nasional) XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur.

Pastinya semua ikhtiar ini membutuhkan modal tidak sedikit demi mendapatkan kepercayaan kembali para pelanggannya. Namun apa daya, re-branding tidak berhasil, Adam Air gagal meyakinkan pihak regulator yang ujung-ujungnya investor utama menarik diri dari maskapai ini pada bulan Maret 2008 yang berujung pada kebangkrutan. (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)