Livery-DC-10-Garuda-F-GTDG-Hajj
Douglas DC-10 F-GTDG Hajj Flight

Karena sanggup mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, DC-10 menjadi salah satu tipe pesawat favorit Garuda Indonesia untuk melaksanakan penerbangan haji pada era 1980-an sampai pertengahan 1990-an. Biasanya Garuda Indonesia menyewa pesawat dari pihak luar agar layanan penerbangan internasional reguler tidak terganggu, seperti DC-10 beregistrasi F-GTDG ini yang disewa dari AOM French Airlines saat musim haji tahun 1995.

Livery-DC-10-Garuda-PK-GID-Landor-Pesawat-Kepresidenan
Douglas DC-10 PK-GID Presidential Flight

Kalau Presiden Soekarno identik menggunakan Convair CV990A, maka Presiden Soeharto identik dengan DC-10 saat melaksanakan kunjungan resmi ke luar negeri. Lebih khas lagi diadakan konferensi pers dan liputan khusus seusai kunjungan di dalam kabin penumpang. PK-GID ini dipakai oleh Soeharto saat KTT ASEAN di Manila, Filipina pada tahun 1987. Tradisi penggunaan tipe trijet diteruskan saat hadir MD-11 sebagai penganti DC-10 sampai Soeharto lengser pada tahun 1998.

Livery-DC-10-Garuda-PK-GIE-Landor
Douglas DC-10 PK-GIE Landor Livery

Selama pengoperasiannya, Garuda Indonesia kehilangan satu DC-10 yaitu PK-GIE. Flight GA 865 tujuan Denpasar, Bali dan mengangkut 260 penumpang mengalami kecelakaan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Fukuoka, Jepang pada tanggal 13 Juni 1996 dengan korban tewas sebanyak tiga orang.

Livery-DC-10-Garuda-PK-GIF-Landor
Douglas DC-10 PK-GIF Landor Livery “Visit Indonesia Year 1991”

Dari lima unit DC-10 milik Garuda Indonesia yang tersisa pada tahun 2000-an, PK-GIF menjadi satu-satunya yang masih tersisa dan tidak dijual/scrap. Pesawat ini ditempatkan di GMF (Garuda Maintenance Facility) Aero Asia dan digunakan untuk pelatihan teknisi, awak kabin, dan kontra terorisme.