Perusahaan Stanvac (Standard Vacuum) pernah melaksanakan promosi keliling dunia yang unik yaitu dengan menggunakan pesawat sebagai tempat pameran. Salah satu negara yang dikunjungi adalah Hindia Belanda.

Stanvac sendiri aslinya merupakan SONJ (Standard Oil of New Jersey), lewat anak perusahaannya bernama NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) berhasil menemukan ladang minyak Talang Akar di Sumatra Selatan yang merupakan sumber minyak terbesar di dunia pada tahun 1914. Berikutnya dua entitas perusahaan SONJ dan NKPM melebur pada tahun 1933 dan dinamakan SVPM (Standard Vacuum Petroleum Maatschappij) yang nantinya disingkat menjadi Stanvac.

Sebagai salah satu perusahaan tambang minyak dan gas berpengaruh di dunia, Stanvac mengubah kabin penumpang pesawat angkut Douglas DC-4 milik PAWA (Pan American World Airways) atau Pan Am, menjadi tempat pameran produk minyak dan barang-barang buatannya yang meliputi ban, baterai, suku cadang dan asesoris otomotif lainnya. Pesawat yang telah dikonversi ini diberi nama Atlas Sky Merchant. Bagi Stanvac, Hindia Belanda menjadi negara yang wajib dikunjungi karena telah menjadi salah satu tempat terpenting bagi bisnis dan eksplorasi tambang miliknya.

Atlas Sky Merchant tiba di Kemayoran, dikerubungi oleh masyarakat Batavia, pebisnis, dan wartawan. Di ekornya terpampang bendera negara-negara yang sudah dikunjungi.

Kabin penumpang yang biasanya mengangkut sampai 44 penumpang disulap menjadi eksebisi terbang, memamerkan berbagai produk-produk buatan Stanvac.

Selain produk minyak, Stanvac juga membuat suku cadang otomotif dan mesin serta alat analisa mesin (motor analyzer) yang digunakan oleh mekanik mobil. 

Pameran keliling dunia Stanvac yang dilakukan di dalam pesawat Atlas Sky Merchant membutuhkan waktu sampai 100 hari, meliputi benua Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.

Pada tanggal 21 Maret 1948, DC-4 Atlas Sky Merchant beregistrasi NC37734 tiba di Bandara Kemayoran. Masyarakat Batavia, pebisnis, dan wartawan dipersilahkan masuk ke dalam kabin untuk melihat-lihat dari dekat eksebisi terbang milik Stanvac. Sebelum ke Hindia Belanda, Atlas Sky Merchant sudah mengunjungi berbagai negara-negara di benua Amerika, Eropa, Asia, dan berikutnya ke Australia dan New Zealand. Total penerbangan keliling dunia Atlas Sky Merchant membutuhkan waktu 100 hari, sebuah prestasi tersendiri.

Sebagai catatan, huruf C pada registrasi NC37734 merupakan tambahan registrasi untuk pesawat yang dikonfigurasi khusus, dalam kasus ini sebagai pameran terbang. Selesai dibuat pada tahun 1944, operator pertamanya adalah US Army Air Force, dioperasikan sebagai pesawat angkut militer Douglas C-54A Skymaster, lalu kemudian dioperasikan US Navy. Sempat terbang sebagai pesawat sipil di Brazil sebelum kembali ke Amerika Serikat dan dijadikan Atlas Sky Merchant. Terakhir pesawat ini dioperasikan California Eastern Airways dan diberi registrasi N229A. Nasibnya malang, dua mesinnya mati dan terpaksa mendarat darurat di Teluk San Fransisco saat hendak terbang dari Fairfield-Travis AFB (Air Force Base) ke Honolulu, Hawaii pada tahun 1953. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)