Flag carrier Cekoslovakia, CSA (Czechoslovak State Airlines) mempromosikan jalur penerbangan ke Eropa dari Jakarta lewat iklan yang dimuat di Harian Merdeka pada tanggal 15 Agustus 1960.

Dengan menggunakan pesawat komersial jet, Tupolev Tu-104B yang pada iklan tersebut dijuluki “Strato Express”, CSA mulai menghubungkan rute penerbangan dari Praha menuju Bombay, India pada tahun 1957 lalu dikembangkan ke Jakarta menjadi tujuan akhir tiga tahun kemudian.

Sebagai negara anggota Pakta Warsawa, CSA praktis mengadopsi armada yang sama seperti dimiliki “saudara tuanya”, Aeroflot. Sama-sama memiliki Tu-104B dan pesawat bermesin empat turboprop Ilyushin Il-18 untuk layanan penerbangan jarak jauh. Mereka sama-sama berlomba adu cepat membuka jalur penerbangan ke benua Afrika, Asia, dan Amerika. Khusus untuk Jakarta, CSA justru lebih cepat setahun jika dibandingkan dengan Aeroflot (Baca: Aeroflot: Rute Moskow-Jakarta).

Walaupun tidak tertulis di iklan, CSA memiliki sebanyak enam unit Tu-104B dengan kapasitas 81 penumpang. CSA sendiri merupakan operator kedua pesawat yang memiliki kecepatan maksimum 960 km/jam ini setelah Uni Soviet. Pada iklan disebut pesawat dilengkapi panoramic radar atau lebih cocok disebut ground mapping radar, sebagai ciri khas pesawat komersial buatan Uni Soviet yang memiliki hidung kaca sebagai tempat operator radar. Fitur unik lainnya? Memiliki drag chute atau rem parasut seperti layaknya pesawat militer! Tidak mengherankan karena Tu-104B merupakan derivatif dari pesawat pembom Tu-16 “Badger”.

CSA-Jakarta-Rangoon-Bombay-Kairo-Praha-London-1
Disebut pula di iklan bahwa pesawat ini sangat terkenal dengan rekor keselamatannya. Padahal itu hanya propaganda belaka. Kalau dibandingkan dengan pesawat komersial jet pertama di dunia, de Havilland DH.106 Comet sebagai pesaing utamanya, Tu-104B memang tidak mengalami masalah struktur tapi tercatat setidaknya ada tiga kecelakaan fatal pada tahun 1958.

Sebenarnya pesawat ini tidak dapat diandalkan, dari 96 unit yang dioperasikan oleh militer dan sipil pada periode tahun 1957-1981, 16 unit di antaranya mengalami kecelakaan fatal. Tu-104B dibangun secara terburu-buru demi mengejar keunggulan teknologi aeronautika milik negara-negara Barat. Tidak heran banyak kesalahan desain dan pengendalian yang tidak responsif membuatnya sering mengalami kecelakaan.

Tu-104B dipensiunkan setelah CSA mengoperasikan Ilyushin Il-62 yang lebih andal dan modern pada tahun 1969. Setelah pecahnya negara Cekoslovakia menjadi Republik Ceko dan Republik Slovakia pada tahun 1993, CSA berubah nama menjadi Czech Airlines dengan tetap mempertahankan singkatan CSA, armada direstrukturisasi, pesawat buatan Uni Soviet disingkirkan dan hanya mengoperasikan pesawat dari Barat. Saat ini Czech Airlines sebagai maskapai tertua kelima di dunia mengalami masalah keuangan yang parah dan hanya menyisakan satu pesawat operasional saja! (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)