Pengadaan radar AWS (Air Warning Ship-borne)-2 buatan Decca merupakan upaya AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) mengawasi wilayah udara Indonesia pada tahun 1960-an.

Lewat Operasi Kresna, AWS-2 mulai berdatangan dan dioperasikan pada periode tahun 1963-1964, meliputi radar HF(Height Finder) 200, LC (Low Cover) 150, dan Hydra, dengan tugas utama sebagai EWS (Early Warning System) dan GCI (Ground Controlled Interception). Sesuai singkatannya, AWS-2 dibuat Decca pada tahun 1957 untuk kebutuhan angkatan laut dan dipasang di kapal perang, walaupun dapat pula ditempatkan di darat. Decca nantinya diambil alih oleh perusahaan elektronik Plessy pada tahun 1965, yang kemudian melebur menjadi BAE (British Aerospace Electronic) System pada tahun 1999.

Penggunaan AWS-2 sempat menghadapi kendala saat Inggris berpihak ke Malaysia saat Kampanye Dwikora. Teknisi Inggris pulang dan suku cadang dihentikan. Walaupun demikian beberapa instalasi radar yang sudah terpasang dapat dioperasikan dengan baik oleh teknisi AURI, selain memutuskan untuk membeli dan mengoperasikan pilihan radar alternatif dari Blok Timur, P-30 “Khrustal” buatan Uni Soviet dan Nyasa B/C asal Polandia.

Pasca Dwikora dan era Orde Baru, penggunaan AWS-2 sebagai penjaga ruang udara Indonesia diteruskan, bahkan dengan kehadiran radar generasi III dari tipe Thomson sekalipun pada tahun 1980-an (Baca: Kedatangan Radar Thomson CSF), AWS-2 masih tergolong andal dan dialokasikan sebagai radar sekunder. Saat ini AWS-2 masih digunakan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mengawasi Laut Jawa. Tentunya sistem radar telah ditingkatkan dari teknologi analog menjadi digital serta dipasang radar Weibel MR2 asal Denmark.

AWS-2 menjadi koleksi Museum Satria Mandala bersamaan dengan revitalisasi halaman museum yang selesai pengerjaannya pada tahun 2021. Dipasang pada pondasi setinggi tiga meter dan hanya tipe Hydra yang ditampilkan. Lokasinya bersebelahan dengan Nyasa B sehingga pengunjung dapat membandingkan radar dari dua negara berbeda. (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)