Pada 30 tahun yang lalu, Sempati Air mendatangkan pesawat Boeing 737-200 yang telah dilengkapi in-flight video, sebagai bagian dari inovasi perusahaan dalam menjaring penumpang.

Pada awal tahun 1990-an, in-flight video tergolong baru dan masih mahal, bahkan Boeing saat itu yang telah menghasilkan series 737-500 tidak melengkapinya dengan fasilitas hiburan seperti ini. In-flight video terbatas untuk pesawat badan lebar (wide body) yang melayani penerbangan jarak jauh, bukan untuk pesawat badan sempit (narrow body) yang melayani penerbangan jarak pendek dan menengah.

Sempati Air di bawah pimpinan Direktur Utama Hasan Sudjono jelas selalu ingin tampil beda. Walaupun pesawatnya merupakan pesawat lama, eks maskapai swasta asal Jepang, ANA (All Nippon Airways) namun telah dilengkapi in-flight video, harapannya agar penumpang tetap tertarik terbang dengan Sempati Air. Sebagai catatan, saat itu Sempati Air telah memiliki lima unit pesawat turboprop Fokker F27, tujuh unit pesawat regional jet Fokker F100, dan empat unit Boeing 737-200.

Pesawat beregistrasi PK-JHC “Yellow Rose” menjadi Boeing 737-200 keempat yang dimiliki Sempati Air. Datang saat ulang tahun ke-24 dan telah dilengkapi in-flight video entertainment.

Untuk Boeing 737-200 berkapasitas 103 penumpang dan beregistrasi PK-JHC dengan nosename “Yellow Rose”, SASCO (Singapore Aviation Service Company) memodifikasinya dengan memasang in-flight video sebanyak empat buah monitor CRT (cathode-ray tube) 14 inchi buatan MAS (Matsushita Avionics Systems), tiga dipasang tetap dan satu dapat dimasukkan ke bagian atas kabin penumpang.

Satu baggage bin di bagian belakang dialokasikan untuk menampung peralatan pemutar video dan konsul berikut video cassette. Tipenya adalah AG-7020 VHS.Hi-Fi.NTSC/PAL, perangkat yang biasanya dipasang di pesawat badan lebar McDonnell Douglas MD-11. Dengan pemasangan alat ini praktis Sempati Air menjadi satu-satunya operator Boeing 737 di dunia yang memiliki in-flight video. 

Direktur Utama Hasan Sudjono memperagakan cara menyalakan in-flight video. Saat itu “Yellow Rose” menjadi satu-satunya Boeing 737-200 di dunia yang memiliki fasilitas hiburan ini.

“Yellow Rose” dengan in-flight video menjadi kado ulang tahun Sempati Air ke-24 dan dipamerkan untuk pertama kalinya dihadapan media pada tanggal 16 Desember 1992 di Terminal A, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Sebenarnya sehari sebelumnya, pesawat ini interiornya masih berantakan, belum selesai instalasi in-flight video, termasuk pula instalasi dapur dan lantai pesawat. SASCO bekerja 24 jam menuntaskan pekerjaan dan akhirnya berhasil memenuhi jadwal.

Penambahan armada dan gimmick seperti ini menjadi andalan Sempati Air untuk menjadikan dirinya sebagai maskapai swasta terbesar di Indonesia baik dari sisi kuantitas dan kualitas armada serta banyaknya penumpang yang berhasil diangkut. Target itu memang tercapai, namun dibalik segala inovasi, managemennya ternyata bobrok, penuh KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Sempati Air bangkrut, tidak dapat melunasi utang-utangnya saat krisis moneter melanda Indonesia dan jatuhnya pemerintahan Orde Baru digantikan Orde Reformasi pada tahun 1998. (Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)